CARI BERITA

Google
 

Kamis, 25 Desember 2008

Pasar tradisional ku malang pasar tradisionalku sayang

Masih ingat dengan iklan Sbuah Parpol tentang ajakan utk masyarakat kita agar berbelanja di Pasar tradisional agar dapat membantu perekonomian rakyat . . . Ya itu memang benar adanya karena Pasar tradisional terbangun dari rakyat sendiri tapi malang nya pasar tradisional semakin terpinggirkan oleh pasar - pasar swalayan yang semakin menjamur dengan modal besar dan harga yang lebih murah dari pasar tradisional , selain itu berbelanja di pasar swalayan lebih nyaman tanpa harus berpanas - panasan, berdesak - desakan, sampai becek - becekan. Apalagi ibu - ibu muda sekarang lebih suka ke pasar swalayan dimana bisa menemukan kebutuhan sehari - hari lebih lengkap dalam suatu area yang lingkup daerahnya lebih kecil dari pada pasar tradisional, ditambah barang - barang dipasar swalayan kualitas nya lebih terjaga dan bisa lebih murah. Terbukti dengan pengalaman saya mengantarkan orang tua saya ke pasar tradisional, beliau berbelanja di pasar tradisional hanya buat kulakan saja karena barang yang tersedia lebih banyak dipasar tradisional secara kuantitas. Apalagi saya membuktikan sendiri kadang saya menemui barang - barang yang dijual dipasar tradisional lebih mahal dari pada pasar swalayan. Harga barang - barang dipasar tradisional bisa lebih mahal karena aliran distribusi mereka lebih banyak jadi harga retailer dipasar tradisional tidak murni dari distributor pihak pertama langsung. Mungkin kedepan nya pemerintah kita bisa lebih membantu dengan mengoptimalisasi kelebihan dari pasar tradisional agar dapat menutup kelemahan nya. Karena Pasar tradisional termasuk perekonomian rakyat yang menopang perekonomian nasional . Semoga kedepannya pasar tradisional lebih bisa berkembang dengan dukungan berbagai pihak. Merdeka . . . !!!

Tidak ada komentar: